LAB KOMPUTER

Sebanyak 53 mata kuliah yang diikutinya semuanya memberikan hasil yang memuaskan, semua nilainya A.

>> Jumat, 26 Juni 2015


Terlahir dari keluarga serba pas-pasan tidak mengendurkan semangat Parara Wendy Indarjo untuk mengukir prestasi.

Anak Penyadap Karet Itu Lulus dari IPB dengan IPK Sempurna: 4Mahasiswa sarjana Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor ini, berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik dengan IPK sempurna 4.00 saat 'Wisuda dan Penyerahan Ijazah Tahap VI Tahun Ajaran 2014/2015', Rabu kemarin.
Mahasiswa asal Sampit, Kalimantan Tengah ini, lulus empat bulan lebih awal dan meraih gelar cum laude. Sebanyak 53 mata kuliah yang diikutinya semuanya memberikan hasil yang memuaskan, semua nilainya A.
Mahasiswa berprestasi penerima beasiswa Bidikmisi ini terlecut maju mencetak prestasi karena melihat kondisi keluarganya yang kurang mampu.
Pekerjaan ayahnya cuma membersihkan semak belukar di perkebunan, lalu menyadap getah karet di Inhutani. Wendy sering sedih jika melihat sang ayah banting tulang demi menghidupi keluarga.
Agar tak terus membebani keluarga, untuk biaya hidup selama kuliah, Wendy mencari penghasilan tambahan dengan menjadi pengajar privat mata pelajaran matematika bagi mahasiswa di Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB.
Semasa kuliah, sejumlah pretasi telah dicetaknya. Mulai dari Juara 1 Gumatika Calculus Cup, Juara 2 Lomba Debat Nasionalisme Fateta se-IPB tahun 2012, Juara II Kompetisi Statistika Dasar Statistika Ria tahun 2013, Mahasiswa Berprestasi Departemen Matematika IPB, Juara 2 Danone Young Socio Entrepreneur dan Juara 2 Kompetisi Essay Nasional Statistika Ria.
Pemuda yang bermimpi menjadi birokrat dari kalangan profesional berharap ia bisa segera membantu perekonomian keluarga. Dan kini ia sudah mulainya, meraih prestasi membanggakan saat resmi memakai jaket kebesaran IPB. Semangat!!

(Sumber: IPB.ac.id),
 http://www.dream.co.id/orbit/jawaran-matematika-itu-lulus-dari-ipb-dengan-ipk-4-1506196.html

Kenapa Susunan Huruf Pada Tombol Keyboard Tidak Urut ABCD ?

Susunan keyboard yang tidak urut sesuai abjad, Memang suatu hal yang sudah biasa kita jumpai pada setiap komputer atau peralatan gadget lainnya . Di era modern ini, keyboard mungkin bukan menjadi hal yang asing di telinga kita. Karena hampir semua orang membutuhkan keyboard, apalagi dalam urusan pekerjaan yang melibatkan komputer atau laptop untuk membuat dokumen penting bagi sebuah perusahaan atau instansi lain, baik formal maupun non-formal. Sehingga fungsi keyboard sudah menjadi kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Akan tetapi, jika kita amati dari susunan huruf pada tombol keyboard itu sendiri, pasti hal demikian memiliki sebuah pertanyaan unik yang perlu dijadikan pembahasan. Pertanyaan itu ialah, Mengapa susunan huruf pada tombol keyboard tidak urut ABCD saja ?, dan kenapa urutannya harus QWERTY ?.

Perlu anda ketahui, Bahwa keyboard pertama kali ditemukan oleh Christopher Latham Sholes pada tahun 1868 yang masih dalam bentuk mesin ketik sederhana. Yang mana mesin ketik tersebut masih memakai tangkai, Sehingga ketika tangkai tersebut ditekan maka akan bergerak dan mencetak huruf pada kertas yang sudah disediakan. Pada masa Christopher, Awalnya ia membuat  tombol keyboard  tersebut menggunakan susunan huruf ABCD dan saling berurutan. Dengan menggunakan susunan yang sesuai abjad tersebut, memang hal demikian bisa membuat ketikan yang lebih cepat dan mudah untuk diterapkan.

Akan tetapi, Dari situ Christopher melihat sebuah kekurangan yang perlu ada perubahan. Yakni susunan tombol keyboard yang hurufnya berurutan menyebabkan mesin ketik sering macet sehingga menimbulkan hal yang tidak baik bagi mesin ketik itu sendiri. Karena terlalu mudah dan cepatnya orang mengetik menggunakan tombol keyboard yang berurutan sesuai abjad, Menimbulkan pada masing-masing tangkai keyboard selalu berhimpitan dan menyebabkan macetnya mesin ketik tersebut. Oleh karena itu, Christopher berharap untuk mendapatkan perhatian akan kelemahan keyboard dari yang ia temukan, supaya ada perbaikan atau perbaruan kedepannya.

Oleh sebab itu, Seorang ilmuan yang bernama E. Remington mencetuskan untuk mengacak semua huruf yang ada pada tombol keyboard tersebut bertujuan agar ketika orang memakai mesin ketik tidak terlalu cepat untuk menekan setiap huruf pada tombol keyboardnya. Sehingga bisa mengurangi risiko akan kerusakan dari mesin ketik itu sendiri. Alhasil, Pada masa E. Remington berhasil mengacak huruf tombol pada keyboard menjadi susunanan QWERTY. Dan cara ini ternyata sangat efisien untuk menanggulangi kerusakan mesin ketik pada masa lalu, dan hingga saat ini masih diterapkan. 

Sebenarnya, Selain menggunakan susunan huruf QWERTY, Ada sebagian desain keyboard alternatif juga muncul di pasaran, Salah satunya adalah susunan huruf DVORAK Simplified Keyboard (DSK), Yang dibuat oleh August Dvorak pada tahun 1936. Desain tersebut diklaim sebagai desain yang lebih efektif. Akan tetapi susunan huruf tersebut sudah terlambat akan popularitasnya, Karena kebanyakan orang sudah nyaman dengan susunan huruf QWERTY. Sehingga DVORAK mau tidak mau harus tunduk pada susunan huruf QWERTY tersebut.


 sumber: http://www.arbamedia.com/2015/06/susunan-huruf-pada-tombol-keyboard.html


Powered by Team